Archives

Siapkan diri untuk Edukasi 4.0 melalui VCT

IMG_20190420_090931 - Copy

                                                                                                                              Berinovasi dalam pendidikan itu mudah, apalagi jika kita memiliki fasilitas untuk mengembangkan diri. Salah satunya dengan mengikuti VCT (Virtual Coordinator Training)

Revolusi  industri 4.0 sudah bergulir dan bahkan mulai merambah 5.0. Cepat atau lambat semua sektor kehidupan manusia harus mampu mengikuti perkembangan ini. Perubahan yang merupakan hakikat dari perkembangan ini juga menuntut adanya kemajuan dalam dunia pendidikan.  Pendidikan juga harus masuk ke edukasi 4.0 untuk mampu menyiapkan generasi yang siap dengan kemajuan jaman.

Ciri edukasi 4.0 adalah pendidikan berbasis inovasi. Oleh karena itu para pendidik pun harus mampu melakukan pembelajaran yang inovatif sebagai motor perubahan dalam pendidikan. Edukasi 4.0 tidak berfokus pada ‘apa yang diajarkan’ tetapi melakukan pendekatan bernuansa ‘cara mengajarkannya‘, sehingga dapat mengembangkan dan meningkatkan pendidikan individual peserta didik.

Salah satu upaya yang dilakukan SEAMEO dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan mengadakan pelatihan online Virtual Coordinator Training (VCT).  Apa sajakah yang dapat kita peroleh melalui pelatihan ini?  Pertama,  melalui VCT kita akan belajar bagaimana mengelola pembelajaran online. Pada program ini, kita akan diminta untuk belajar menjadi host video conference (VC), moderator, dan juga penyaji materi pada suatu pelatihan online.  Kedua, Materi-materi yang disampaikan penyaji dapat menambah pengetahuan dan ketrampilan kita baik di bidang keilmuan maupun penggunaan TI. Dalam pelatihan ini, kita akan bertemu peserta yang merupakan guru-guru hebat dan inovatif yang nantinya akan berbagi ilmu kepada kita. Ketiga, pelatihan ini membutuhkan kerja sama (kolaborasi) dengan peserta lain untuk dapat lulus pelatihan ini. Oleh karena itu, kecakapan/ketrampilan sosial, ketrampilan berkomunikasi perlu terus kita asah selama pelatihan. Hal ini karena kita akan bertemu dengan banyak peserta yang merupakan orang-orang baru yang juga mungkin berbeda daerah dengan kita. Keempat, melatih softskill kita, contohnya dengan mengasah empati, peduli dan saling tolong menolong dengan peserta lain. Softskill ini merupakan salah satu bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi abad 21 ini. Jika para pendidik dapat mengembangkan softskill ini, maka tentunya mereka akan dapat memberikan ketauladanan kepada anak didiknya.

Penasaran ingin ikut pelatihan ini? jangan kuatir, sebentar lagi SEAMEO akan mengadakan lagi Virtual Coordinator Training Batch 4. Kapan waktunya? ikuti terus blog ini yaaaa untuk info pendaftarannya.

Belajar Keyakinan dari Teratai

Sekolah tempat saya mengajar memiliki area yang cukup luas dan masih ada beberapa lahan yang belum dimanfaatkan. Diantaranya adalah dua kolam kecil yang agak kurang terurus tetapi masih dapat kami manfaatkan sebagai sumber pembelajaran.

Ada satu hal yang membuat saya tercenung sebentar ketika mengamati ekosistem kolam tersebut. Suatu tempat yang kelihatannya kotor, dengan air keruh menggenanginya ternyata mampu tumbuh tanaman teratai yang sangat indah. Terasa ada sesuatu yang menggugah hati ketika Allah berikan kenikmatan berupa keindahan teratai itu. Keindahan yang tidak hanya ditangkap oleh mata tetapi keindahan yang tertangkap juga oleh hati.
Tanaman teratai di kolam itu baru saja tumbuh setelah sekian lama menghilang saat kolam itu mengering di musim kemarau. Saya sempat mengkhawatirkan jika teratai itu tidak akan muncul kembali karena sepanjang kemarau lalu kolam tersebut telah berubah fungsi menjadi tempat sampah. Karena itu hadirnya teratai tadi adalah sesuatu yang mampu menyentuh hati saya waktu itu, yaitu bagaimana ketika kemarau datang keindahan teratai itu hilang begitu saja dan saat hujan tiba ternyata sang teratai mampu memberikan keindahannya kembali. Dari semua itu saya yakin bahwa dengan dalamnya ilmu yang dimiliki, teratai itu mampu menunjukkan kembali keindahannya kepada makhluk lain yang melihatnya, mampu hadir kembali bagi lebah-lebah yang selama ini menghisap madunya.
Tanaman teratai….. menunjukkan keikhlasannya kepada Allah dengan menerima untuk hanya tinggal ditempat yang dianggap tidak berguna dan tetap mampu memberikan sesuatu yang terbaik dari dirinya yang bermanfaat bagi makhluk yang lainnya. Tanaman teratai juga mampu menjadi sesuatu yang tidak serakah untuk memiliki semua kebaikan hanya untuk dirinya, tetapi dia sudah cukup hanya dengan memiliki penampilan yang sudah mampu menyenangkan makhluk yang melihatnya dan juga memberikan tetes madunya bagi lebah-lebah di sekitarnya tanpa perlu memberikan harum semerbak seperti bunga-bunga yang lainnya. Dengan ilmu yang dimilikinya, teratai tidak membutuhkan bau harum agar makhluk lain yang mungkin tak melihatnya dapat mencium bau harum yang terbawa hembusan angin. Teratai tidak membutuhkan pujian maupun sanjungan dengan bau harum itu, tetapi cukup bagaimana dia mampu memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi sekelilingnya. Membuat indah lingkungannya dan bermanfaat bagi lebah.
Apa yang menjadikan teratai itu sedemikian indahnya? Dilihat pada kolam yang berair keruh itu, teratai tampak tenang dan hanya goyangan-goyangan daun dan bunganya tertiup angin sepoi-sepoi. Ketenangan dalam hidupnya itu menunjukkan bagaimana kekuatan keyakinannya kepada Allah dan menjalani semua kehidupan hanya dengan ikhlas dan yakin padaNya. Dan ketenangan itu sendiri adalah bukti kekuatan keyakinannya kepada Sang Penciptanya. Keyakinan bahwa segala apa yang dia terima dalam hidup, baik yang dia senangi atau tidak, baik yang dia inginkan atau tidak, baik berupa kebaikan atau keburukan (musibah) yang terjadi padanya adalah sesuatu yang pasti dalam perhitunganNya, pasti dalam IjinNya dan tidak ada yang sia-sia. Keyakinan bahwa keikhlasan itu harus dibuktikan dengan memanfaatkan kehidupan dengan sebaik-baiknya untuk bisa bermanfaat bagi sekelilingnya. Keyakinan ini tidak tampak bagi makhluk yang hanya menggunakan matanya dan tidak menggunakan hatinya, karena teratai itu hanya tampak daun dan bunganya yang indah di permukaan air, tetapi hatinya yang tak terlihat selalu berjuang untuk mempertahankan keyakinannya. Akar teratai yang berada di bawah permukaan air tetap berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi sekelilingnya, walaupun tak pernah terlihat dari permukaan. Itulah wujud keikhlasan dari teratai, karena teratai harus berjuang dengan segala upayanya untuk memberikan yang terbaik bagi sekelilingnya tetapi tak pernah menunjukkan betapa berat perjuangannya. Dan keikhlasan yang dimilikinya itu tidak akan sedemikian besar tanpa adanya Keyakinan dia yang kuat kepada Allah. Keindahan yang dimiliki teratai tidak dari wujud dirinya yang ada dipermukaan air, teratai itu lebih indah karena keikhlasannya dalam menjalani hidup. Dari tanaman teratai itu kita perlu untuk menginteropeksi diri kita, sudahkah kita punya keyakinan itu, atau berapa besar keyakinan kita kepada Allah. Semoga kita bisa belajar dari sang teratai dan menjadi manusia yang lebih baik.*